Tampilkan postingan dengan label @siayip. Tampilkan semua postingan

Makanan Penunjang Ibu Menyusui



Airing @ #ASIonRadio 21/09/2013 by @siayip

Selama masa menyusui dulu, bini saya bilang saban kelar menyusui biasanya berasa jadi lebih sering lapar dan haus. Saya pikir wajar karena menyusui mengeluarkan energi dan membakar kalori juga lah. Selama mengkonsumsi makanan dan minuman yang bernutrisi, saya pikir sah-sah saja busui makan ekstra toh demi memperlancar produksi ASI juga. Namun yang menjadi masalah adalah apabila makanan busui tadi tidak sesuai dengan kaidah nutrisi seimbang, yang ada si busui malah tambah melar gak jelas.

Sejak saat itu juga saya mulai KEPO cari tahu tentang makanan yang bermanfaat memperlancar produksi ASI. Menurut pengalaman dan hasil investigasi tambahan bersama mbah google, inilah beberapa makanan yang dapat memperbanyak ASI. Bahan makanan ini mudah didapatkan dan sering kita jumpai sehari-hari, bahkan mungkin tiap pagi lewat didepan rumah kita bersama paman tukang sayur. Jadi tidak perlu menghabiskan waktu untuk mencarinya. Cobalah dan buktikan khasiatnya. Banyak ibu sudah membuktikannya. Jadi tidak perlu memakan suplemen-suplemen yang kita tidak ketahui kealamian bahan-bahannya.

Banyak ibu menyusui yang sudah menikmati manfaat makanan yang memperbanyak ASI ini. Cobalah bahan makanan yang mudah didapatkan di sekitar kita ini

Pepaya
Pepaya, baik buahnya ataupun bunganya, mengandung vitamin A dan vitamin C, serta beberapa mineral penting misalnya kalium, asam folat, dan enzim papain yang bermanfaat membantu pencernaan protein. Ibu menyusui membutuhkan banyak protein untuk memproduksi ASI.
Merawat balita cukup menguras tenaga, mengakibatkan rasa lelaj dan rentan dehidrasi. Buah pepaya banyak mengandung cairan, sehingga sangat baik untuk mencukupi kebutuhan cairan untuk memproduksi ASI dan kaliumnya dapat menjaga suasana hati, kurangi rasa lelah dan tetap menjaga busui berpikiran positif dan bahagia.

Pepaya dapat dimakan langsung ketika ranum, ataupun dibuat sup bila masih mengkal. Banyak masakan yang dapat menggunakan pepaya mentah sebagai bahannya, misalnya sayur asam dan sup ikan dengan pepaya. Sup ini sudah sering digunakan sejak dulu sebagai makanan yang memperbanyak ASI. Kalau bini saya sih paling doyan jadikan daun dan bunga pepaya sebagai lalapan.


Semangka
Kaya vitamin A dan C, kalium serta asam folat, namun rendah kandungan lemak jenuh, kolesterol dan natrium.
Baik untuk memenuhi kebutuhan vitamin A ibu menyusui yang satu setengah kali lipat lebih banyak daripada perempuan yang tidak menyusui. Kadar air yang tinggi pada semangka jga baik untuk asupan cairan tubuh. Dalam sehari, ibu menyusui setidaknya minum 8 gelas cairan setiap hari, baik dalam bentuk air putih, jus, the, kopi tanpa kafein, dan susu.
Enaknya dibuat jus, tak perlu belepotan terkena tetesan air semangka saat digigit.

Kacang hijau
Kaya protein, tiamin (vitamin B1), zat besi, magnesium, fosfor, kalium dan mangan. Kacang hijau juga sumber asam folat tapi rendah kandungan natrium, lemak jenuh dan sama sekali tidak mengandung kolesterol.
Baik untuk sumber protein nabati. Tiamin atau vitamin B1 mengubah karbohidarat menjadi energi karena ibu menyusui butuh energi lebih besar dibanding saat hamil. Bila kekurangan tiamin Anda jadi mudah tersinggung, sulit konsentrasi dan kurang bersemangat. Mood yang baik akan memicu hormon oksitosin untuk mengeluarkan ASI.
Enaknya dibuat jus, minum bersama kacangnya untuk mendapat nutrisi yang lebih banyak.

Jambu Air
Kaya vitamin A, C, kalsium, fosfor, dan zat besi. baik untuk emmenuhi kebutuhan kalsium yang meningkatkan fungsi otot dan saraf, serta vitamin A yang berguna untuk melindungi sistem kekebalan tubuh bayi dan meningkatkan ketahanannya terhadap infeksi. Buah yang kadar airnya cukup tinggi ini bersifat mendinginkan sehingga memberikan rasa memenangkan saat dimakan, bisa menetralisir rasa tertekan pada ibu pasca melahirkan.
Enaknya dimakan langsung, apalagi dengan bumbu rujak. 

Labu siam
Kaya asam folat, vitamin C dan K, seng (zinc) dan mangan. Labu siam juga sumber vitamin B6, magnesium dan kalium.
Baik untuk memenuhi kebutuhan asam folat. Meski ibu menyusui tidak memerlukan asam folat sebanyak saat hamil, namun kebutuhan asam folat tetap dua kali lipat daripada perempuan yang tidak menyusui. Mengonsumsi 100 gram labu siam cukup untuk memenuhi sekitar 23% kebutuhan asam fotal tubuh. Asam folat itu penting untuk pembentukan sel, hemoglobin dalam darah, serta perkembangan jaringan tubuh bayi.
Enaknya direbus dan langsung dimakan, apalagi labu siam berukuran kecil, rasanya manis.

Daun Katuk
Daun katuk sudah lama dikenal sebagai makanan yang memperbanyak ASI, karena mengandung protein yang dibutuhkan untuk memproduksi ASI. Ibu menyusui membutuhkan protein sekitar 20 gram lebih banyak daripada biasanya. Dalam kondisi normal, wanita membutuhkan sekitar 40 gram protein setiap harinya. Jadi dalam kondisi menyusui, dibutuhkan sekitar 60 gram protein setiap hari.
Daun katuk paling nikmat dimasak bersama labu kuning, kecambah, kacang panjang, rebung dan kuah bersantan.


Sup daging / ayam / ikan
Sup juga merupakan salah satu makanan yang memperbanyak ASI. Kuah sup dapat menambah asupan cairan untuk tubuh, sedangkan daging/ayam/ikan dapat menambah protein bagi tubuh. Selain itu, pada umumnya sup menggunakan berbagai macam sayuran, sehingga dapat memberi vitamin dan mineral yang baik untuk tubuh.


Havermouth (Oatmeal)
Selain berkhasiat untuk mengurangi kolesterol dan menjaga tekanan darah, havermouth juga salah satu makanan yang memperbanyak ASI. Seorang wanita yang duduk memakan havermouth akan merasa relaks dan memicu hormon oxytocin. Hormon ini adalah hormon yang berpengaruh pada produksi ASI.

Bayam
Bayam baik untuk menambah zat besi yang berfungsi untuk pembentukan sel darah merah. Selain itu, kandungan vitamin B6 pada bayam dapat meningkatkan daya tahan tubuh bayi. Kandungan nutrisi lainnya pada bayam adalah vitamin A, C, E, K, protein, serta berbagai mineral seperti thiamin, ribloflavin, asam folat, kalsium, magnesium, fosfor, dan kalium. Sama dengan sayuran berdaun hijau tua lainnya, bayam mengandung enzim Phytoestrogens yang dapat memperbanyak ASI. Jadi selain bayam, tambahkan sayur-sayuran hijau lainnya ke dalam menu sehari-hari, agar terdapat variasi makanan yang memperbanyak ASI.

Wortel
Wortel banyak mengandung vitamin A, beta karoten, serta enzim Phytoestrogens yang dapat memperbanyak ASI. Minum 1 gelas jus wortel sebelum makan siang dapat menambah produksi ASI pada sore hari.

Pare
Kaya vitamin C, anti oksidan yang berguna untuk melindungi sel dari kerusakan, meningkatkan kesehatan tulang, gigi, gusi dan pembuluh darah, serta meningkatkan penyerapan zat besi. Kandungan senyawa fitokimia lutein dan likopennya juga berkhasita untuk merangsang produksi insulin.
Baik untuk ibu menyusui yang emnderita diabetes mellitus karena dapat menurunkan kadar gula dalam darah. Pare juga dikenal sebagai antikanker, antibiotik antivirus, dan pembasmi cacing usus.
Enaknya ditumis, karena bisa menyamarkan rasa pahitnya.

Air
Makanan apapun tidak akan banyak membantu jika tubuh kita kurang cairan. Minumlah 10-12 gelas air putih sehari, agar produksi ASI lancar.
6 jenis makanan berikut ini, jika dikonsumsi dengan benardapat melancarkan ASI Anda yang sedang menyusui.

Gizi Yang Tepat Untuk Ibu Hamil

Selain kesiapan mental atau kondisi psikis, seorang ibu hamil juga perlu memperhatikan kebutuhan gizi. Gizi ibu hamil perlu dijadikan prioritas agar anak dalam kandungan dapat tumbuh sehat dan lahir tanpa masalah juga kesehatan ibu tetap terjaga.
Kehamilan merupakan fase yang luar biasa dialami tiap wanita. Segalanya tentu akan kita berikan agar si jabang bayi sehat dan dapat dilahirkan tanpa masalah. Karena itulah gizi ibu hamil harus selalu diprioritaskan asupan yang bergizi selama kehamilan. Bahkan tidak jarang ditambahkan dengan suplemen lain yang dipercaya bisa membuat bayi sehat.
Tetapi banyak juga yang berlebihan dalam gizi ibu hamil, mereka tidak menyadarinya, dan makan apa yang disukainya, terlebih lagi dalam porsi dua. Memang ada anggapan untuk ibu hamil agar makan banyak karena makan untuk berdua. Dan anggapan itu adalah salah besar, karena hanya kan mengakibatkan obesitas pada anak.
Dalam fase kehamilan, apa yang dimakan oleh ibu hamil, akan mempengaruhi orang lain yang dalam hal ini adalah si jabang bayi. Keputusan ibu hamil untuk lebih peduli dengan asupan gizinya dengan memasukkan sayuran-sayuran yang lezat, kacang-kacangan, protein tanpa lemak dan pilihan makan yang bijaksana lainnya ke dalam rancangan makanan bergizi ibu hamil, akan memberikan kekuatan pada si jabang bayi dalam awal kehidupan mereka.

Gizi ibu hamil selama kehamilan
Ini adalah kenyataan yang menakjubkan, dimana ibu hamil akan merasakan perubahan berat badan selama kehamilan yang merupakan tanda tubuh ibu hamil memberikan nutrisi untuk si jabang bayi yang bertumbuh di dalamnya. Dan pada saat akan siap untuk melahirkan, secara alami tubuh akan mengalami banyak perubahan, seperti; volume darah yang meningkat 60%, payudara yang dipenuhi oleh susu, rahim menyesuaikan keadaan bayi yang telah bertambah beratnya sesuai dengan standar. Dan untuk mencapai ini, tubuh membutuhkan 300 ekstra kalori per hari selama masa triwulan kedua dan triwulan ketiga.
Gizi ibu hamil yang tepat, juga selayaknya dibarengi dengan menjauhi makanan dan pola hidup yang dapat memberikan pengaruh buruk pada si jabang bayi. Seperti selalu memasak dengan baik dan matang daging untuk menghindari salmonella, toksoplasmosis dan bakteri lain yang berbahaya bagi bayi.
Dan jauhi tembakau, penggunaan obat, alkohol serta kafein dalam sehari-harinya serta tetaplah melakukan aktivitas dan latihan yang sewajarnya untuk ibu hamil. Menyapu rumah, menyiram tanaman atau berjalan kaki dan berenang merupakan aktivitas yang sehat selama kehamilan.
Sebuah penelitian di Spanyol menunjukkan dengan berjalan kaki selama tiga kali dalam semingggu bisa mengurangi kecenderungan bayi yang dilahirkan memiliki berat badan berlebih. Bahkan menjaga berat badan juga baik untuk proses kelahiran, ibu bisa terhindar dari melahirkan mendadak dengan cara caesar.
Jadi jangan segan untuk lebih bervariasi dalam makanan untuk memenuhi gizi ibu hamil dan beraktivitas. Ingatlah untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum memulai program latihan yang baru selama kehamilan.

Mengenal Kebutuhan Gizi Bumil pada Tiap Trimester
Gizi yang baik kala mempersiapkan kehamilan dan di sepanjang kehamilan dapat mempengaruhi tumbuh-kembang dan kesehatan janin. Bahkan, seperti dikatakan spesialis kebidanan dan kandungan dr. Damar Pramusinto, Sp.OG (K), gizi yang baik semasa hamil dapat menghindari calon ibu dari berbagai risiko, misalnya pendarahan, preeklampsia dan bayi berat lahir rendah sebagainya, karena dikhawatirkan kondisi tersebut akan berisiko terhadap kualitas generasi berikutnya, seperti tumbuh-kembang tak optimal serta IQ rendah.
Oleh karena itulah, edukasi nutrisi diperlukan agar calon ibu mengetahui pentingnya pola gizi yang seimbang dengan memperhatikan bahan makanan dengan kualitas gizi yang baik. Tentunya kebutuhan gizi calon ibu pada setiap trimester kehamilan berbeda-beda. Nah, berikut ini penjelasan selengkapnya dari Damar.
Kebutuhan Gizi Trimester Pertama
Pada usia kehamilan 1-12 minggu ini, calon ibu diharapkan dapat memenuhi kebutuhan kalori yang mencapai 200 kilo kalori (kkal) per hari. Pasalnya, di masa ini janin berkembang pesat sehingga butuh kecukupan energi. Calon ibu disarankan mengonsumsi sumber karbohidrat seperti nasi, roti, mie, pasta, ditambah dengan daging, ikan, sayuran, buah, serta susu dan produk olahannya.
Umumnya memasuki minggu kelima, calon ibu mengalami morning sickness berupa mual dan muntah. Agar kebutuhan asupan makanan bergizi tetap pernuhi, pastikan mengonsumsi makanan dengan porsi yang sedikit tapi sering. Selain itu, sajikan makanan dengan kondisi hangat dan segar.
Selanjutnya, pada minggu ke-7 kebutuhan kalsium perlu diperhatikan demi menunjang pembentukan tulang kerangka tubuh janin yang sedang berlangsung. Asupan kalsium yang dibutuhkan sebanyak 1000 miligram per hari bisa diperoleh dari keju, yoghurt dan susu.
Selain itu, penuhi kebutuhan asam folat sebanyak 0,6 miligram per hari yang bisa didapat dari telur, brokoli, hati, produk whole grain, jeruk untuk pembentukan jaringan tubuh janin, penyerapan zat besi, dan mencegah preeklampsia. Kemudian, perbanyak protein untuk mendapat asam amino bagi pembentukan otak janin, serta kolin dan DHA untuk membentuk sel otak baru. Sumber kolin di antaranya roti gandum, telur, daging sapi, kacang-kacangan dan susu, sedangkan sumber DHA seperti ikan, kuning telur, daging serta produk unggas.
Calon ibu juga perlu mencukupi kebutuhan vitamin seperti vitamin A, B1, B2, B3, dan B6, untuk membantu proses tumbuh-kembang janin, vitamin B12 untuk membentuk sel darah baru, vitamin C untuk penyerapan zat besi, vitamin D untuk pembentukan tulang dan gigi, dan vitamin E untuk metabolisme. Begitu pula kebutuhan zat besi untuk memproduksi sel darah merah.
Kebutuhan Gizi Trimester Kedua
Pada usia kehamilan minggu ke 13-28 ini, kebutuhan gizi semakin meningkat seiring banyaknya kemajuan dan perkembangan janin dan calon ibu. Pada usia ini, diharapkan calon ibu menambah asupan sekitar 300 kalori per hari untuk tambahan energi yang dibutuhkan untuk tumbuh-kembang janin. Upayakan mengonsumsi camilan yang sehat 3-4 kali sehari dengan porsi sedang. Hindari kafein, misalnya kopi, karena dapat mengganggu perkembangan sistem saraf pusat janin yang sedang berkembang.    
Pada minggu ke-17, umumnya calon ibu mengalami sembelit. Cegah hal ini denagn makan sayur dan buah. Begitu juga pastikan minum  setidaknya 8 gelas per hari untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh yang meningkat. Di masa ini, jantung jantung dan sistem peredaran darah janin sedang berkembang sehingga pastikan asupan zat besi dan vitamin C untuk mengoptimalkan pembentukan sel darah merah baru. Caranya dengan mengonsumsi kuning telur, ayam, daging, bayam dan lainnya.
Hindari risiko kaki bengkak serta tekanan darah tinggi dengan membatasi konsumsi garam. Pada minggu ke-23 pembentukkan otak  meningkat sehingga tak salah bila calon ibu mengonsumsi seafood untuk memenuhi asupan asam lemak omega-3.
Kebutuhan Gizi Trimester Ketiga
Calon ibu perlu mendapat energi yang mencukupi terutama untuk persiapan melahirkan. Asupan nutrisi berkualitas akan menjamin ibu tak mengalami kekurangan gizi. Pastikan kebutuhan kalori terpenuhi dengan konsumsi karbohidrat dan lemak yang memadai. Misalnya, karbohidrat didapat dari serelia (padi-padian) dan produk olahannya, kentang, gula, kacang-kacangan, biji-bijian dan susu. Lemak didapat dari mentega, susu, telur, daging berlemak, alpukat dan minyak nabati

Terapi Uap Untuk Bayi Batuk dan Flu



Berikut adalah materi #AyahASIOnRadio pada tanggal 1 September 2013
Beberapa kali saya pernah begadang tidak tidur semalaman karena harus lembur temenin afna. Ceritanya berawal ketika afna, anak saya nangis tidak berhenti-henti, sedangkan jam dinding menunjukkan pukul 00.30 WIB. Afna mengalami flu-batuk berat, kasihan. Batuk dan dahak yang ada di tenggorokannya, membuat Afna tidak bisa tidur pulas. Orang dewasa saja jika terkena batuk terlebih flu juga bakalan tidak bisa tidur menahan gatal dan sulitnya bernapas lewat hidung, apalagi anak bayi. Saya pun nekat curhat dengan rekan-rekan AyahASI di jejaring sosial. Beberapa teman yang berpengalaman dan pernah mengalami hal serupa memberikan jawaban yang cukup lengkap dan menolong, serta menambah pengetahuan saya yaitu dengan TERAPI UAP



Refleks batuk sebenarnya adalah salah satu sistem pertahanan tubuh terhadap benda asing di saluran pernafasan. Ketika tersedak, infeksi flu ataupun terdapat lendir yang berlebihan didalam tubuh maka secara alami akan keluar melalui batuk. Jadi batuk adalah cara alami tubuh untuk keluarkan apapun yang mengganggu di saluran nafas. Batuk akan muncul karena peningkatan produksi dahak yang dipicu oleh infeksi virus atau alergi. Karena batuk adalah sistem pertahanan alami tubuh maka sebenarnya bisa sembuh tanpa obat-obatan dan cukup dengan home treatment seperti TERAPI UAP



Langkah-langkah cara melakukan terapi uap, kurang lebih seperti ini:

  • Pertama-tama, yang harus disiapkan adalah air panas di baskom, atau agar lebih efektif menjaga kehangatan dan uap tetap menyebar di seluruh ruangan, gunakan alat penanak nasi / magic com yang ada penghangatnya untuk merebus airnya, karena ketika air mendidih, penanak nasi ini akan mengeluarkan uap terus menerus, ini artinya lebih efektif untuk mengeluarkan uap."
  • Kemudiaan, meneteskan 10-15 tetes minyak kayu putih ke dalam baskom / magic com."
  • Baskom air panas yang sudah ditetesi minyak kayu putih tersebut atau magic com yang telah siap kemudian diletakkan pada pojok kamar bayi. Terapi uap ini akan membantu melembabkan, jika ruangan berAC, matikan AC karena AC membuat suhu menjadi kering.
  • Udara yang lembab inilah yang membantu lendir menjadi encer dan keluar. Tidak sembuh dalam 1-2 hari saja memang, harus sabar. Kalau batuknya mengkhawatirkan, silahkan ke dokter yang menggunakan konsep Rationale Use of Medicine (RUM)

 HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN

  • Posisi bayi pas diuap ditelungkupkan, jadi ingus yang di hidung bisa netes keluar. Kalau batuk, posisi didudukkan supaya tidak sampe muntah.
  • Kalau demam, selama belum sampe 39 celcius, cukup dipeluk  yah/bundanya (tapi si dedek dan ayah/bunda ndak pake baju). "
  • ASInya dibanyakin,emang agak susah nenen klo pas batuk/pilek, jadi nenen-nya sedikit-sedikit tapi sering.
  • Kalau sudah sampe ada lendir banyak di saluran napasnya ya ke dokter aja, soalnya itu berarti udah ada radang di tenggorokannya.

ASI dan Berat Badan Anak


Sebenarnya ini adalah materi #AyahASIonRadio yang dibawakan Lakmin 1 di RSPD Batara, jadi waktu itu "keroyokan", Lakmin 1 On Air dan Lakmin 2 ne-live twit. Komunikasi dilakukan via email dan WhatsApp. Berikut materinya, di-copy-kan langsung dari email yang dikirimkan Lakmin 1 ke Lakmin 2

PROLOG :
• Dulu waktu sering maen ke puskesmas Karang Jawa untuk timbang berat badan Afna, anak saya, pernah ada yang omongin hubungan antara ASI, Susu Formula dan Berat Badan balita. Menjadi menarik bagi saya karna saya dan istri memilih memberikan ASI eksklusif pada anak kami dan berat badan afna memang tergolong proporsional (menurut kami), gak gemuk tp juga gak kurus. 
• Pasti ga sedikit orang tua yang mengukur kesehatan anaknya dengan berat badan, ya kan?
Ga sedikit orang tua yang punya pola pikir Anak Gemuk = Sehat dan Anak Kurus = Ga Sehat atau lebih ekstrimnya lagi penyakitan.
• Ga sedikit juga orang yang punya pola pikir Anak Nangis = Laper dan Anak Diem = Kenyang, sehingga akhirnya beberapa orang tua yang menganggap ASI-nya kurang cukup memenuhi kebutuhan balita-nya kemudian memilih sufor untuk "mencukupi" kebutuhan asupan dan mendongkrak berat badan balitanya.
• Hal ini makin diperparah dgn adanya oknum tenaga kesehatan yg nganjurin kasih Sufor buat naikin BB, tanpa indikasi medis dan tanpa support ke ASI terlebih dahulu.

FAKTA :
Angka kejadian obesitas pada anak sangat meningkat beberapa dekade terakhir. Data di Amerika menunjukkan persentase anak yang mengalami kelebihan berat badan :
- 10,4% pada anak usia 2-5 tahun 
- 15,3% pada anak usia 6 - 11 tahun
- 15,5 % pada anak usia 12 - 19 tahun (Ogden et al. 2002).
- Kelebihan berat badan pada anak cenderung akan terbawa terus sampai anak tersebut dewasa, dimana 77 % anak dengan berat badan berlebih akan menjadi orang dewasa yang juga kelebihan berat badan (Freedman et al. 2001).

Apa bahaya obesitas? Obesitas merupakan faktor risiko penting pada penyakit kanker, penyakit jantung dan hipertensi, diabetes, batu empedu, serta penyakit ginjal. Mencegah anak mengalami obesitas/overweight merupakan salah satu investasi penting yg dapat dilakukan orang tua demi kesehatan anaknya di masa mendatang.
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa menyusui dapat secara bermakna menurunkan risko serta mencegah anak dari berat badan berlebih dan obesitas. Bayi yang diberi ASI memiliki kadar lemak yang lebih rendah dibandingkan bayi dengan susu formula.

Pada usia 5-6 tahun, anak yg tidak pernah mendapat ASI memiliki angka obesitas 4.5%, jauh lebih tinggi dibandingkan bayi yg mendapat ASI lebih dari 12 bulan, yang memiliki angka obesitas hanya 0,8% (von Kries et al. 1999).


Bayi yang disusui oleh ibunya belajar mengendalikan jumlah ASI dan kalori yang dikonsumsinya dibandingkan bayi yg minum dengan botol, yg biasanya lebih sering “ditarget” untuk menghabiskan isi botol sekalipun telah merasa kenyang. Selain itu, kandungan susu formula yg padat energi dapat merangsang sistem endokrin untuk mengeluarkan lebih banyak insulin dan growth factor sehingga meningkatkan kadar lemak tubuh pada bayi tersebut. (Hediger et al. 2001)

Menurut @drtiwi, Berat Badan memang jd indikator paling baik utk liat kecukupan ASI. Agar proses ngASI berjalan efektif, kita harus memperhatikan beberapa hal :
1. PELEKATAN.
Pelekatan itu kira2 maksudnya adalah melekatnya mulut bayi pada PD ibu saat menyusui atau peristiwa bayi menghisap puting ibu, kalo salah posisi atau salah cara bisa-bisa ASI ga keluar atau ASI-nya keluar tapi si bayi gak bisa memperolehnya dengan tepat sehingga membuat bayi gak mendapatkan ASI yang cukup.

2. ASI SERET
Hal ini bisa terjadi karena keseringan kasih ASI perahan pake botol dot, hingga akhirnya payudara ibu jadi kekurangan perangsang untuk pengeluaran ASI. Harus dipahami bahwa mulut bayi adalah pemberi rangsang plg sempurna buat payudara dalam hal mengeluarkan ASI.
Jadi ga usah elu rangsang lagi pake jari2 nakal, m ending kalo yg keluar ASI, klo keluar adek bayi lagi kan berabe.

3. BINGUNG PUTING
Resiko bingung puting ini biasanya terjadi pada balita yang menggunakan dot.  Tekstur dot dan payudara ibu 100% berbeda, meski ada saja produsen dot yang promo bahwa "ini mirip payudara ibu", menurut saya it's non sense. Akhirnya karena terbiasa dengan dot, produksi ASI ibu jadi berkurang karena ASI tidak dikeluarkan secara optimal.

4. KONDISI PSIKOLOGIS
Hal ini erat kaitannya dengan hormon oksitosin atau hormon kebahagiaan sang ibu.

Siapa jg yg ga suka ngeliat bayi gemuk, pipi emplug dan paha berlipet, bikin gemes, ya ga?
Tapi apa iyah cuma gemuk yg jadi indikator kesehatan buat anak kita? Obesitas dibawa dari kecil loh.

Anak2 yg dikasih sufor emang lebih cepet naik berat badannya dibanding anak ASI.
Anak ASI cenderung lbh lambat kenaikan BB dalam 3-4 bln dibanding anak sufor, dan ini NORMAL pemirsaa.
Dalam beberapa kasus ada juga anak ASI yang cepet gemuk dan bisa overweight, biasanya karena ASI-nya lebih banyak mengandung lemak.

Para peneliti percaya, susu yg diperkaya protein dan nutrisi lainnya mengandung lebih banyak kalori dan memicu pertumbuhan BB.
Lemak bayi naik hingga 22-38% jk konsumsi susu yg DIPERKAYA protein, vitamin, dan berbagai nutrisi lainnya.

Menurut ahli gizi UI, pak Susianto, kandungan gizi dalam susu formula seringkali tidak stabil karena adanya perubahan suhu.
Maklum, biasanya kandungan DHA dan AA dlm susu formula diambil dari ikan. Jadi mending beli ikan di tukang sayur kan?
Kelebihan utama ASI lainnya yang tak dimiliki oleh susu lainnya adalah zat imunologik yg artinya Zat Anti Infeksi.

Menyusui adalah cara memberi makan yang paling normal, alami, dan tepat secara fisiologis bagi bayi dan balita.

Jadi ga usah takut anaknya dibilang kurus atau kegemukan selagi masih ASI Eksklusif

INSERT :


Sent from my iPhone
 
Materi #AyahASIOnRadio ini ditulis oleh @siayip

@ID_AyahASI | @AyahASI_Kalteng. Diberdayakan oleh Blogger.