Makanan Penunjang Ibu Menyusui
Gizi Yang Tepat Untuk Ibu Hamil
Dan jauhi tembakau, penggunaan obat, alkohol serta kafein dalam sehari-harinya serta tetaplah melakukan aktivitas dan latihan yang sewajarnya untuk ibu hamil. Menyapu rumah, menyiram tanaman atau berjalan kaki dan berenang merupakan aktivitas yang sehat selama kehamilan.
Tips Mengajarkan Anak Berbicara
Biasanya anak berusia 1 tahun lebih sudah bisa belajar mengeksplorasi
kata dan melihat objek yang dilihat. Di saat itu anak mulai mampu
mengucapkan satu atau dua kata dan mulai bisa belajar bicara dengan
menggunakan intonasi yang berbeda untuk mengekspresikan keinginannya.
Di
usia ini juga anak mampu belajar membentuk kalimat sederhana dan sangat
tertarik untuk menirukan bahasa-bahasa yang ia dengar dari
sekelilingnya. Terkadang juga anak sudah tahu namanya sendiri, sering
mengoceh, mampu merangkai dua kata menjadi kalimat, dan melakukan
perintah sederhana dan hal ini akan lebih sangat baik dengan tips anak
cepat bicara.
Berikut beberapa tips mengajarkan anak berbicara:
- Mengajarkan anak berbahasa yang baik dan benar. Saat mereka mulai belajar bicara, anak biasanya akan menirukan kata-kata atau bahasa yang didengarnya dari orang-orang terdekatnya. Hindari berbicara kata-kata kasar, karena bisa jadi dengan cepat anak menirunya. Ajaklah ia berbicara dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Bicaralah dengannya dengan bahasa yang biasa Anda gunakan dalam sehari-hari. Jangan mengajarkannya dengan menirukan gaya bicara anak kecil.
- Memberikan kesempatan anak selesaikan setiap kalimat. Untuk menyelesaikan kalimat demi kalimat yang ingin diucapkannya, si kecil membutuhkan waktu dan tips anak cepat bicara dengan memberikannya kesempatan. Dalam hal ini dibutuhkan kesabaran Anda. Jangan memotong ketika si kecil berbicara. Dengarkanlah hingga ia selesai berbicara. Hal ini akan memberikan stimulasi balita agar ia terus belajar bicara karena merasa didengarkan. Minta ia mengulangi perkataannya jika Anda tidak paham.
- Memperbaiki kata-kata yang salah. Saat mengucapkan kata-kata baru adalah saat yang tepat untuk tips anak cepat bicara, kadang anak akan mengucapkan sesuai dengan kosakata yang sudah dikuasainya. Bisa saja ia keliru dalam pengucapannya. Segera perbaiki dan jangan mengajarkannya dengan kata-kata keliru lainnya. Misalnya saja, saat Anda menunjukkan sebuah benda yang rusak. Katakan pada buah hati Anda, “Ini rusak...ru..sak...” Jangan mengubahnya dengan mengajarkan, “Ini lucak...” Atau ketika anak Anda mengucapkan kata “cucu”, segera perbaiki dengan mengucapkan “susu” secara perlahan dan lembut. Perbaiki kata-kata si kecil tanpa membuatnya menjadi merasa bersalah karena telah mengucapkan kata yang keliru.
- Mengajak anak berbicara. Ajak ia mengobrol mengenai aktivitas yang sedang dilakukannya. Bicaralah dengan kalimat yang pendek, agar si kecil dapat mencernanya. Jika ia diam saja, berarti ia tidak mendengarkan Anda. Berbicaralah sambil menunjukkan benda-benda yang dapat membuatnya tertarik dan memberi respons obrolan Anda.
- Memberikan pertanyaan. Saat berbicara dengan si kecil, cobalah Anda mengajukan pertanyaan padanya. Misalnya saja, “Adik mau makan apa? Pisang atau jeruk?” Usahakan agar dia menjawabnya tidak hanya dengan menunjuk apa yang ia inginkan. Usakan agar anak Anda menyebutkan makanan yang Anda tawarkan kepadanya. Hal itu akan membuat kosakatanya bertambah.
- Bernyanyi dengan baik. Usia balita biasanya sangat menyukai musik. Ia akan bergoyang mengikuti irama musik yang didengarnya. Sambil mendengarkan alunan musik, Anda dapat mengajarkan lagu anak-anak dengan syair yang pendek dan berulang. Misalnya, lagu “Topi saya bundar” atau lagu anak-anak lainnya. Tips anak cepat bicara dengan memberikan bahasa yang sederhana karena akan lebih cepat diserap oleh si kecil.
- Membaca buku cerita. Pilihkan buku cerita dengan gambar yang menarik dan narasi cerita yang tidak terlalu banyak. Kenalkan ia dengan berbagai gambar, warna, dan bentuk yang ada di buku cerita tersebut. Ia dengan cepat akan menambah perbendaharaan katanya. Jawablah setiap pertanyaan yang diajukan si kecil dan jelaskan dengan kalimat sederhana dan lembut.
- Mengajarkan kosakata baru. Memotivasi anak untuk belajar bicara tentunya dapat dilakukan dimana saja dan terutama dengan memberikan stimulasi balita yang tepat untuknya. Misalnya, saat Anda mengajak si kecil jalan-jalan di luar rumah, cobalah perhatikan sekeliling dan beritahu si kecil mengenai apa saja benda yang ada disekelilingnya itu. Seperti pagar, taman, ayunan, dan lainnya. Biarkan ia berinteraksi dengan orang-orang yang ada disekelilingnya. Ia akan belajar untuk berkomunikasi dengan orang lain.
Categories:
@AyahASI_Kalteng
Penanganan Anak Demam
Beberapa hari yang lalu anak saya Husna demam dan hingga kini masih belum sehat benar. Saya yang bekerja jauh dengan anak berusaha bagaimana men-support istri dalam mengurus demamnya Husna meskipun terpisah jarak dan waktu.
Internet merupakan salahsatu referensi kami dalam penanganan anak. Hasil googling terhadap penanganan anak yang demam akan saya copy kan ke blog ini. Adapun sumber aslinya ada di http://obatsakit2011.blogspot.com/2011/12/10-cara-penanganan-saat-anak-demam.html
Berikut ini sejumlah saran untuk orang tua saat menghadapi anak yang demam.
- Tidak terlalu panik. Demam pada umumnya tidak membahayakan jiwa.
- Amati perilaku anak. Bila suhu tubuh tidak terlalu tinggi dan anak masih bisa aktif, riang, mau bermain, maka orang tua tidak perlu cemas.
- Jangan memberikan obat penurun demam bila demamnya tidak tinggi.
- Cegahlah kemungkinan dehidrasi dengan memberikan cairan ekstra seperti air, kuah sup, jus buah segar.
- Pasang kipas angin. Ini berguna agar ruangan tidak menjadi panas.
- Kenakan pakaian yang tidak terlalu tebal pada anak.
- Biarkan anak menyantap makanan yang diinginkan, tetapi hindari makanan yang berlemak.
- Kompres hangat atau usapkan air hangat di sekujur tubuhnya. Bila anak menolak, minta duduk di ember atau bath tube kemudian ajak bermain dengan mainannya.
- Bila suhu tubuh anak kurang dari 38.3 derajat celcius, tidak perlu diberi obat penurun demam. Beri dia cukup minum. Namun bila suhunya di atas 38.3 derajat celcius, berilah obat penurun demam dan kompres hangat. Kompres hangat akan dapat menurunkan suhu anak dalam waktu 30-45 menit.
- Bila demam anak mencapai lebih dari 40 derajat celcius, maka berilah obat demam, kompres dengan air hangat dan segera hubungi dokter.
Terapi Uap Untuk Bayi Batuk dan Flu
- Pertama-tama, yang harus disiapkan adalah air panas di baskom, atau agar lebih efektif menjaga kehangatan dan uap tetap menyebar di seluruh ruangan, gunakan alat penanak nasi / magic com yang ada penghangatnya untuk merebus airnya, karena ketika air mendidih, penanak nasi ini akan mengeluarkan uap terus menerus, ini artinya lebih efektif untuk mengeluarkan uap."
- Kemudiaan, meneteskan 10-15 tetes minyak kayu putih ke dalam baskom / magic com."
- Baskom air panas yang sudah ditetesi minyak kayu putih tersebut atau magic com yang telah siap kemudian diletakkan pada pojok kamar bayi. Terapi uap ini akan membantu melembabkan, jika ruangan berAC, matikan AC karena AC membuat suhu menjadi kering.
- Udara yang lembab inilah yang membantu lendir menjadi encer dan keluar. Tidak sembuh dalam 1-2 hari saja memang, harus sabar. Kalau batuknya mengkhawatirkan, silahkan ke dokter yang menggunakan konsep Rationale Use of Medicine (RUM)
- Posisi bayi pas diuap ditelungkupkan, jadi ingus yang di hidung bisa netes keluar. Kalau batuk, posisi didudukkan supaya tidak sampe muntah.
- Kalau demam, selama belum sampe 39 celcius, cukup dipeluk yah/bundanya (tapi si dedek dan ayah/bunda ndak pake baju). "
- ASInya dibanyakin,emang agak susah nenen klo pas batuk/pilek, jadi nenen-nya sedikit-sedikit tapi sering.
- Kalau sudah sampe ada lendir banyak di saluran napasnya ya ke dokter aja, soalnya itu berarti udah ada radang di tenggorokannya.
ASI dan Berat Badan Anak
- 10,4% pada anak usia 2-5 tahun
- 15,3% pada anak usia 6 - 11 tahun
- 15,5 % pada anak usia 12 - 19 tahun (Ogden et al. 2002).
- Kelebihan berat badan pada anak cenderung akan terbawa terus sampai anak tersebut dewasa, dimana 77 % anak dengan berat badan berlebih akan menjadi orang dewasa yang juga kelebihan berat badan (Freedman et al. 2001).
Apa bahaya obesitas? Obesitas merupakan faktor risiko penting pada penyakit kanker, penyakit jantung dan hipertensi, diabetes, batu empedu, serta penyakit ginjal. Mencegah anak mengalami obesitas/overweight merupakan salah satu investasi penting yg dapat dilakukan orang tua demi kesehatan anaknya di masa mendatang.
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa menyusui dapat secara bermakna menurunkan risko serta mencegah anak dari berat badan berlebih dan obesitas. Bayi yang diberi ASI memiliki kadar lemak yang lebih rendah dibandingkan bayi dengan susu formula.
Pada usia 5-6 tahun, anak yg tidak pernah mendapat ASI memiliki angka obesitas 4.5%, jauh lebih tinggi dibandingkan bayi yg mendapat ASI lebih dari 12 bulan, yang memiliki angka obesitas hanya 0,8% (von Kries et al. 1999).
Sent from my iPhone
Asap Rokok Ancam Bayi dan ASI
Sekalipun tak merokok, paparan asap rokok dari orang lain terhadap ibu menyusui atau bayinya tetap bisa merusak kesehatan.
Perokok Pasif Beresiko. Akibat paparan asap rokok seseorang terhadap kesehatan orang lain sampai sekarang masih sering disepelekan. Selama ini, orang hanya melarang seorang wanita yang perokok karena dapat membahayakan janin maupun bayinya yang sudah lahir. Padahal, bukan hanya si ibu yang sedang menyusui saja yang perlu menghentikan merokok. Ayah maupun orang di sekitar ibu dan bayinya, juga harus menghentikan kegiatan merokok itu. Apa pasalnya? Kalau seseorang merokok, itu berarti dia hanya mengisap asap rokoknya sekitar 15 persen saja, sementara yang 85 persen lainnya dilepaskan untuk diisap para perokok pasif. Tak adil, bukan?
WHO, badan kesehatan dunia, bahkan memperkirakan hampir sekitar 700 juta anak atau sekitar setengah dari seluruh anak di dunia ini, termasuk bayi yang masih menyusu pada ibunya, terpaksa mengisap udara yang terpolusi asap rokok. Ironisnya, hal itu justru terjadi lebih banyak di dalam rumah mereka sendiri.
- Penelitian di Santiago, Chili, menunjukkan bahwa asap rokok yang terhirup oleh ibu menyusui dapat menghambat produksi ASI. Dalam waktu tiga bulan, terlihat berat badan bayi dari ibu yang perokok atau menghirup asap rokok, juga tidak menunjukkan pertumbuhan yang optimal.
- Asap rokok yang terpaksa diisap perokok pasif, ternyata mempunyai kandungan bahan kimia yang lebih tinggi dibandingkan dengan asap rokok yang diisap oleh si perokok. Hal ini karena ketika rokok sedang diisap, tembakau terbakar pada temperatur lebih rendah. Kondisi ini membuat pembakaran menjadi kurang lengkap dan mengeluarkan banyak bahan kimia.
- Asap rokok itu sendiri mengandung sekitar 3.000-an bahan kimia beracun, 43 di antaranya jelas-jelas bersifat karsinogen (penyebab kanker). Tak heran jika pengaruh asap rokok pada perokok pasif itu tiga kali lebih buruk daripada debu batu bara.
- Berbagai penelitian membuktikan asap rokok yang ditebarkan orang lain, imbasnya bisa menyebabkan berbagai penyakit, bukan saja pada orang dewasa, tapi terutama pada bayi dan anak-anak. Mulai dari aneka gangguan pernapasan pada bayi, infeksi paru dan telinga, gangguan pertumbuhan, sampai kolik (gangguan pada saluran pencernaan bayi).
Sumber: http://www.ayahbunda.co.id/Artikel/Gizi+dan+Kesehatan/asap.rokok.ancam.bayi.dan.asi/001/001/724/2/4
Categories:
@AyahASI_Kalteng
Khawatir Mata Bayi Anda Juling?
Umumnya para ibu akan sangat khawatir bila mata bayinya tampak juling.
Sebenarnya, hal ini seringkali hanya karena terdapat lipatan kulit pada
sudut dalam mata yang membuat bayi tampak juling. Ketika lipatan ini
mengerut sejalan dengan berkembangnya bayi, maka mata akan tampak lebih
baik.
Selama bulan-bulan pertama, mata bayi tidak bekerja simetris. Adanya
gerakan-gerakan mata ini menunjukkan bahwa bayi masih belajar cara
menggunakan matanya dan sedang berlatih memperkuat oto-otot matanya.
Pada usia 3 bulan, koordinasi mata bayi akan semakin membaik. Jika belum
membaik juga, dan tampaknya mata bayi masih tetap tidak simetris,
segera periksakan ke dokter mata supaya mendapatkan penanganan lebih
lanjut.
Categories:
@AyahASI_Kalteng
Cara Atasi Bayi Bingung Puting
No comments
Bayi yang menolak menyusui langsung dari ibunya dan memilih
menggunakan botol, diketahui terkena bingung puting. Bagaimana cara
mengatasinya?
Apa itu bingung puting? Untuk ibu yang belum paham, bingung puting
adalah kasus di mana bayi yang masih terlalu kecil mengalami kebingungan
antara menghisap puting atau botol susu.
Dikutip dari Baby Center, kasus bingung puting ini bisa dialami jika
bayi yang baru lahir terlalu dini diperkenalkan pada botol susu.
Bayi yang awalnya diberi ASI melalui payudara lalu disusui dengan botol, akan menolak ketika disusui langsung dari payudara.
Bayi menolak karena mereka menyusu melalui dot botol lebih lancar
mengeluarkan susu dibandingkan payudara. Makanya ketika diberikan
payudara lagi, mereka menolak.
Selain karena masalah menyusu dari botol, bayi juga bisa mengalami
bingung puting apabila merasa tidak mendapat cukup ASI dari ibu.
ASI bisa jadi tidak keluar dengan cukup lancar karena bayi belum
mendapatkan pelekatan yang benar.
Bagaimana cara mengatasinya?
Langkah paling pertama yang Anda harus lakukan adalah mencari tahu
kenapa bayi bingung puting. Apakah karena Anda pernah memberinya susu
dengan botol dan dot atau bayi tidak merasa mendapatkan cukup ASI dari
payudara.
Kalau karena masalah kedua, coba perhatikan apakah Anda menyusui bayi
sudah dengan posisi yang tepat. Posisi yang benar akan
menghasilkan pelekatan yang tepat. Pelekatan itu nantinya akan membuat
bayi mendapat ASI secara efektif dan mencegah rasa nyeri di puting.
Jika bayi mengalami bingung puting karena kasus menyusu dari botol,
sudah pasti langkah yang harus Anda lakukan adalah stop memberinya susu
dari botol. Kalau Anda menggunakan empeng atau pacifier, Anda juga harus
menghentikannya.
Cobalah untuk terus menawarkan payudara Anda pada bayi, saat
dia memang menunjukkan tanda-tanda ingin menyusu. Jangan pernah menyerah
meski bayi menolaknya. Biarkan bayi belajar bagaimana menyusu dengan
benar dan mendapatkan pelekatan yang tepat.
Jangan sampai Anda membiarkan terlalu lama bayi yang
mengalami bingung puting ini. Kalau memang Anda ibu bekerja, cobalah
meminta cuti pada kantor agar ibu bisa lebih maksimal menyusui bayi
langsung.
Bayi bingung puting yang tidak cepat diatasi bisa membuatnya terus
terlena menyusu dengan botol dan dot. Alhasil suplai ASI ibu pun semakin
lama menurun dan akhirnya tidak keluar lagi.
Tentu ini tidak baik untuk keberhasilan ibu memberikan bayi ASI eksklusif dan hingga dua tahun.
Sumber: m.wolipop.detik.com/read/2011/09/16/185118/1724457/857/cara-atasi-bayi-yang-bingung-puting-menolak-asi
Categories:
@AyahASI_Kalteng
Kamis, 24 Oktober 2013







